Jumat, 18 April 2014

Copy Letter of Credit di terima dari Importer



Karena untuk mengejar  schedule shipment, beberapa Importer  proaktif memberikan "Copy LC" kepada Eksporter, (pembayaran Letter of Credit) via scan email atau fax, diharapkan setelah menerima "Copy LC tersebut" Eksporter segera menyiapkan cargo untuk proses shipment.
Eksporter di harap harus tetap waspada ketika menerima "copy L/C" dari importer tersebut, dan JANGAN KEBURU NAFSU untuk melakukan shipment. Khususnya bagi Eksporter Pemula yang belum pernah menerima Letter of Credit,  karena jika tidak di teliti dengan baik bisa jadi, importer (mereka menyebut copy L/C) akan mengirim:
1. Aplikasi permohonan L/C
2. Print Out LC ( namun LC belum dikirim oleh bank)
3. Print Out  LC buatan importer sendiri.

 1. Form Aplikasi LC sangat mudah dipahami, karena bentuknya masih form dengan tulisan tulisan isian / instruksi dari Importer dalam pembukaan LC. Anda tidak perlu risau kalau Importer Rush untuk shipment dan mereka bilang LC akan di proses 1 day, (one Day Service). Perlu diketahui bahwa status aplikasi LC tersebut akan benar menjadi LC apabila
- Bank Pembuka LC / Issuer telah menyetujui untuk melakukan pembukaan LC, 
-  Sebalik Status LC tersebut, Bank menolak untuk melakukan Pembukaan LC tersebut.

Untuk proses persetujuan pembukaan LC tersebut, pihak Bank pemberi fasilitas opening LC akan meneliti 
- Jaminan atas pembukaan LC tersebut dari Applicant 
- Apakah Applicant terkait dengan kredit lain (Debitur) atau bukan.
 
Sehingga waktu proses Aplikasi Pembukaan LC tergantung pihak Bank dalam meneliti status Importer tersebut, artinya LC bisa dibuka cepat, atau lambat, bahkan ditolak.

 2. Print Out LC dari Bank.
Pada prinsipnya Opening Bank sudah setuju untuk melakukan proses pembukaan LC tersebut, langkah awal adalah pihak Bank akan melakukan / membuat draft LC sebelum dikirim via swift. ( Bagian operasional Bank menunggu approval authorizer/ pejabat Bank ug ditunjuk untuk release LC).  Dalam status ini Importer juga bisa meinta print out LC tersebut, dan dikirim ke Eksporter. Importer akan scan  dan kirim LC ke eksporter.
Dalam status seperti ini, ekpsorter harus tetap jeli dan hati hati, karena "walaupun" LC tersebut asli dalam arti hasil print out dari bank, Eksporter harus tahu siapa " Receiver " LC tersebut, Bank mana sebagai penerima LC tersebut. Eksporter harus tetap cek keberadaan LC yang sudah terverifikasi.
Cek apakah LC tersebut menampilkan " Receiver/ Bank Penerima LC atau tidak " jika tidak tersedia, maka harap ditanyakan ke Importer , " siapa Receiver / Advising Bank" LC terebut.

(bersambung...)















Senin, 14 April 2014

Metode Kursus Private dalam belajar ekspor


diskusi dalam kursus
Belajar export dengan metode private ini sangat berbeda dengan metode  kursus reguler, oleh karena itu, dalam mempersiapkan materi diusahakan sesuai dengan kebutuhan peserta kursus private, hal ini tentu berbeda dengan kursus reguler dengan materi yang umum.

Tipe Peserta :
1. Perusahaan yg akan memulai ekspor
2. Perusahaan yang sudah ekspor. . 

oleh karena itu, biasanya kami melakukan diskusi terlebih dahulu dengan calon peserta kursus private sebelum memulai kursus. Terus terang saja, saya pribadi masih banyak kekurangan ilmu dalam hal ekspor, kadang kadang dalam pelatihan sering ada diskusi bersama dalam memecahkan problem.

Bahkan pernah saya di kontak oleh staff Bank Asing, yang ingin mendapatkan kursus private dari saya, saya sempat keder juga karena  dia  8 tahun di exim, dan pemegang  CDCS (Certificate For Documentary Credit Specialists) yang diterbitkan oleh ICC.   CDCS adalah kualifikasi profesional yang diakui di seluruh dunia sebagai acuan kompetensi bagi para praktisi internasional.  Bahkan dalam materi kursus, dia yang menentukan.  terus terang saya fair saja, silahkan kirim materinya , saya pelajari, jika saya bisa  dengan materi kursus yang ditawarkan, berarti kursus jadi, jika tidak bisa, saya juga tidak ingin memaksakan diri.
Syukurlah materi yang diminta adalah berkaitan dengan kegiatan ekspor impor di perusahaan.

Nah....kesimpulannya... bahwa kursus bukan 100% peserta akan mengerti, paham dan mampu dalam aplikasinya, tetapi kursus hanya akan memberikan clue / guide dalam menjalankan aktifitas ekspor, Peserta kursuslah yang harus aktif dalam mengimplementasikan ilmu dari kursus itu.

Bagaimana pendapat Anda.




Minggu, 13 April 2014

Bisa nggak ya produk saya di ekspor???

Pertanyaan umum yang sering terlontar adalah
- Apakah produk saya bisa di ekspor?
- Menjual produk di pasar lokal saja sulit, apalagi ekspor?

Bagaimana dengan pertanyaan Anda?

Semua pertanyaan wajar untuk di diskusikan tentunya  kepada siapa juga kita bertanya? kalau kita bertanya kepada pengusaha lokal tentang peluang ekspor ada beberapa variasi jawaban
1.Type Pengusaha lokal yang masih harus berjuang mendapatkan pasar lokal, tentu jawabannya
..boro boro ekspor, lokal saja masih sulit
2. Type Pengusaha yang penetrasi pasar lokal sudah kuat, akan di jawab, kenapa harus ekspor? lokal saja kami kewalahan melayani.

Pertanyaan lagi  Kenapa Ekspor??
  1. Ekspor adalah salah cara untuk meningkatkan atau memperluas portfolio perusahaan dan basis pelanggan, ada banyak begitu konsumen di dunia dan hal itu hanya bisa dijangkau dengan ekspor. Percaya atau tidak, banyak eksporter berasal dari perusahaan kecil dan menengah. 
  2. Dalam kegiatan ekspor tidak harus bermodal besar ataupun memerlukan department  pemasaran  dengan armada penjualannya. Namun yang dibutuhkan adalah harga yang kompetitif,  kualitas produk, ketersediaan produk yang terus menerus dan service. 
selain itu ada faktor lain yg ikut mempengaruhi  mendorong ekspor?



1. Komoditas Tradisional

Biasanya sebuah perusahaan memproduksi suatu komoditas sebagai lanjutan atau sisa-sisa peninggalan ekonomi jaman kolonial seperti karet, kopi, teh, lada, tengkawang, timah, tembaga dan hasil tambang sejenis lainnya. Hal ini kemungkinan berlanjut menjadi kegiatan ekspor sekarang ini

2. Optimalisasi Laba

Selain menjual suatu produk dalam negeri, dengan ekspor, sebuah perusahaan mampu memperluas daerah penjualan sampai ke luar negeri, selain itu jenis barang yang ditawarkan menjadi tidak terbatas untuk konsumen dalam negeri saja

3. Penelusuran Pasar

Bagi perusahaan yang mempunyai pasar domestik yang kuat, ekspor merupakan peluang untuk melakukan diversifikasi pasar yang dapat memperkuat kedudukan komoditas yang diperdagangkan

dan tentu saja apa keuntungan menjadi eksporter?

  1. Meningkatkan keuntungan perusahaan dari sisi, profit margin produksi, selisih kurs, realisasi atas komponen biaya export
  2. Menurunkan biaya produksi,karena peningkatan pasokan atas pasar yang lebih luas, akan meningkatkan volume produksi dan biaya produksi per unit menjadi kecil.
  3. Ekspor akan mendiversifikasi resiko yang terjadi karena perubahan pasar dan situasi ekonomi yang sulit.
  4. Menjadi eksporter akan mendapatkan pengakuan secara Global.
  5. Struktur organisasi perusahaan yang simple
  6. Biaya operasional baik produksi dan promosi lebih murah daripada lokal  
Rekan rekan Menjual produk baik lokal dan ekspor intinya sama, jika produk Anda bisa di jual di pasar lokal, tentu saja ada kemungkin besar produk Anda juga bisa dijual ke luar negeri.

Jadi mari kita berpikir bahwa  pasar kita adalah lokal dan internasional ( baca:Teman teman UKM, jual produk Anda di Pasar Lokal dan Pasar Internasional sekaligus.)







 Mari jangan ragu ragu untuk ekspor.

Tetap semangat
 
 







Rabu, 09 April 2014

Mengirim Sample produk ke Luar negeri Free atau No Free

Sebagai eksporter, kita akan senang apabila iklan kita di media internet (Market Place) misal di alibaba.com, Tradekey, EC21.com dan lain lain.di respond oleh calon importer yang berminat terhadap produk yang kita tawarkan, dan sangat wajar sekali kita senang karena dari jutaan produk yang sama dari berbagai perusahaan di dunia, iklan kita mendapatkan perhatian dari pengunjung.
kemudian ada email masuk ke inbox email kita, setelah terjadi komunkasi via email, skype dll. akhirnya calon importer minta sample sebelum dilakukan pembelian.
Bagi eksporter yang sudah berpengalaman dan mempunyai budget dana untuk pengiriman sample keluar negeri tentu bukan masalah lagi.
Namun bagi eksporter pemula tentu ada pertanyaan:Sample gratis atau dikenai charges


berbagai metode dalam pengiriman sample
1. Sample & Cost courier Free
2.  Sample Free + Cost Courier beban importer
3.  Sample + Cost Courier beban Importer

mana yang Anda pilih?


Bagi Anda yang belum mempunyai budget banyak, Anda jangan ragu ragu untuk memutuskan  menggunakan metode 3, atau metode 2

Perlu diingat dalam pengiriman sample, biaya terbesar ada pada biaya pengiriman, dan setiap sample yang Anda kirim belum tentu diminati oleh calon importer. selain itu, banyak importer juga paham dan siap akan membayar biasa sample + ongkos kirimnya.

tetap semangat ekspor

Kamis, 03 April 2014

Daya Saing Ekspor


Negara negara yang mempunyai keunggulan mutlak ( Absolute Advantage) dan keunggulan perbandingan (Comparative Advantage) tidak hanya 1 atau 2 negara saja, tetapi ada beberapa negara. sebagai contoh keunggulan mutlak yang di miliki Indonesia adalah komoditi kopi. siapa saja negara penghasil kopi dunia ?
ada Brazilia,Vietnam,Ethiopia,Columbia,Mexico,Nicaragua dll. dengan sumber daya alam yang sama, maka  akan tercipta persaingan ekspor masing masing negara penghasil kopi. Maka dibutuhkan kemampuan Daya Saing Ekspor untuk setiap negara tersebut.

Apa itu Daya Saing Ekspor?
 
Adalah kemampuan suatu komoditi untuk memasuki pasar luar negeri dan kemampuan untuk dapat bertahan dalam pasar itu.

Faktor Faktor yang dapat menentukan tingkat daya saing suatu komoditi ekspor.
A.Faktor Langsung
    1. Mutu Komoditi
    2. Biaya produksi
    3. Ketepatan waktu penyerahan
    4.Intensitas promosi
    5.Marketing Channel
    6. Layanan purna jual (after sales service)
 
B.Faktor tidak langsung
    1.Sarana pendukung ekspor
    2. Incentive
    3. Kendala tarif dan non tarif
    4. Kondisi ekonomi global

Blue Print AEC 2015

Memuat rencana aksi dan target waktu hingga tahun 2015 melalui 4 pilar AEC:
  1. Pasar Tunggal dan Basis Produksi Regional: arus barang,jasa,dan investasi yang bebas,tenaga kerja yang lebih bebas,arus modal yang lebih bebas,priority integration Sector (PIS), serta pengembangan sektor food-agriculture-foresty.
  2. Kawasan Berdaya Saing Tinggi:kebijakan persaingan,perlindungan konsumen,HKI,pembangunan infratruktur,kerjasama energi,perpajakan,e-commerce
  3. Kawasan dengan Pembanguangan Ekonomi yang merata: pengembangan UKM,prakarsa bagi integrasi ASEAN (CLMV)
  4. Integrasi dengan Perekonomian Dunia:pendekatan koheren terhadap hunbungan ekonomi eksternal,partisipasi yang semakin meningkat dalam jaringan suplai global.
Implementasi Cetak Biro AEC sejak 2008 dimonitor melalui AEC Scorecard


Rabu, 02 April 2014

Asean Economic Community (AEC) sebuah Peluang dan Tantangan bagi Indonesia

Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah komitmen yang di bangun oleh 10 Negara untuk:
  • Meningkatkan perekonomian kawasan , melalui peningkatan daya saing perdagangan dan investasi kawasan ASEAN di pasar Global
  • Agar tercipta pertumbuhan yang merata, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan penurunan angka kemiskinan
AEC menawarkan peluang peningkatan perekonomian Indonesia, namun harus ada perubahan MINDSET dari semua stake holder (Pemerintah & Dunia Usaha) dalam menghadapi tantangan yang timbul dari AEC

Kalangan bisnis,pemerintah dan masyarakat Indonesia harus bersama sama berperan aktif dalam peningkatan daya saing Indonesia untuk menjadi "Champion" dalam AEC dan perkembangan ASEAN sebagai " a hub of global supply chain"


Perkembangan Perdagangan Internasional



Metode dalam perdagangan internasional selalu berkembang dari waktu ke waktu, beberapa factor kesulitan dalam proses perdagangan internasional, menjadi perhatian serius oleh para institusi yang terlibat dalam perdagangan tersebut.
Awalnya pengiriman barang dalam perdagangan internasional sangat rumit dan sulit, dimana exporter dan importer harus bertemu secara langsung, dan melakukan pembayaran sebelum release cargo. Sehingga secara bertahap system perdagangan dikembangkan untuk menfasilitasi kelancaran alur transaksi perdagangan tersebut.
Dalam transaksi perdagangan tersebut, menggunakan fasilitas system POS saat ini masih bisa digunakan, pengiriman via POS bisa memakan waktu dan kadang kadang kurang efisensi sehingga muncul system elektronik yang mempunyai proses lebih efisien , lebih mudah dalam otentikasi ( verify keaslian ), sehingga lebih mudah memberikan kepastian arus konfirmasi dalam berdokumentasi dan pembayaran.

Correspondence : 
Past      : Phone,Pos mail
Present : Phone,Chatting YM/Skype, email

Marketing Promotion
Past      : Exhibiton,advertise conventional
Present: Exhibition,Advertise Conventional,Market Place Internet,Social media

Payment Method: 
Past     : Barter,Consigment,Advance payment
Present: Advance payment,Open Account,Collection,LC,Barter,Consigment

Financing:
Past : Cash loan from Bank
Present: Trade Finance